Zhe’s Blog

My LIfe, My journal

Sedikit Tentang Saya (Atau Gue?!)

Kemarin malam sepupu saya (atau gue?! Bagusan pake gue atau saya sih sebenarnya??) yang masih kelas 3 SMA dan bakalan kuliah tahun depan konsultasi tentang kuliah apa yang sebaiknya dia ambil dan di negara mana.

Well, saya sebenarnya sedikit merasa bingung kalau ada yang minta saran tentang kuliah apa yang harus diambil karena terus terang, gue sendiri sempat mengalami kegalauan yang sama waktu mau kuliah dulu. Bingung banget mau kuliah dimana dan ngambil bidang apa sampai akhirnya gue milih manajemen bisnis fashion.

Kenapa ambil jurusan itu?

Pertama, karena manajemen adalah bidang yang paling umum dan lumayan saya kuasai dengan baik. Maklumlah, dari kecil kebiasaan ngobrol sama papa tentang bisnis keluarga jadi paradigma soal manajemennya juga udah kebuka lebar. Dan lagian, kalau pun gue akhirnya nggak ngambil spesialisasi di bidang fashion, ilmu manajemen gue bakalan tetap kepake.

Kedua, dari dulu saya memang sudah tertarik pada bisnis fashion. Menurut saya, bisnis fashion adalah bisnis yang mengasyikan dan prospeknya sangat bagus karena bisnis fashion adalah bisnis yang nggak pernah mati. Asyik aja mengamati perubahan trend fashion setiap tahunnya. Mengamati bagaimana bisa merk seperti Guess atau TopShop bisa menempatkan brand imagenya di posisi atas sampai-sampai orang-orang rela bayar mahal untuk produknya.

Ketiga, alasan paling utama sebenarnya… gue pikir kuliah di bidang itu gampang.

Kenyataannya?

Sama halnya seperti kuliah di bidang lainnya, kuliah di bidang itu juga menyenangkan pada awalnya tapi lalu membosankan di tengah-tengah. Yah, gimana nggak bosan kalau setiap hari harus baca majalah fashion kayak Bazaar, Cosmopolitan, dan kawan-kawannya terus bikinĀ  reviewnya.

Begitu lulus (setelah melalui fase bosan kuliah setengah mampus sampai bingung antara lanjut atau stop), kebingungan malah makin menjadi-jadi. Bingung banget mau ngapain? Antara cari kerjaan yang nggak bakalan jauh dari posisi fashion editor, fashion consultant, and friends; terusin bisnis keluarga yang membosankan; atau buka usaha sendiri. Kebingungan itu bikin gue memutuskan untuk nganggur dulu selama setahun dan akhirnya dapat kerjaan di salah satu majalah di Singapore sebagai bagian dari wardrobe team-nya.

So how does it goes?

Nggak banget!

Menyenangkan sih karena kerjaan saya memungkin saya untuk ketemu banyak orang, terutama selebriti. Asyik juga siy bisa dandanin mereka dengan baju apa pun yang kita suka.

Tapi…

Saya bukan 9 to 5 person. Buat saya pekerjaan yang mengharuskan saya untuk berada di balik meja (meskipun lagi nggak ada kerjaan) buang-buang waktu dan membosankan. Cuma bertahan kurang lebih 4 bulan terus milih untuk move ke negara tercinta, Indonesia setelah lumayan lama nggak stay lama di Indonesia. Tinggal di Jakarta, sempat ditawarin untuk kerja di salah satu perusahaan fashion ternama sebagai brand manager tapi saya tolak karena saya memutuskan kalau dengan kesukaan saya ini, saya lebih baik membuka usaha sendiri.

Terus usaha apa yang saya pilih?

Yah pastinya nggak jauh-jauh dari bidang fashion. Penyewaan baju, tepatnya. Sempat ada beberapa orang yang tanya kenapa saya milih usaha itu dan jawaban saya masih tetap sama, karena usaha penyewaan baju pesta prospeknya bagus dan konsumennya lumayan banyak (seenggaknya ada aja orang yang datang untuk nyewa baju setiap harinya).

Sebenarnya saya masih niat untuk buka usaha di bidang lain, seperti butik cafe atau bahkan perusahaan penerbangan tapi untuk sementara ini satu aja dulu.

Jadi…, ada saran kuliah apa yang sebaiknya diambil sepupu gue?

Dan sebenarnya bagusan mana siy untuk blog ini: pake gue atau saya??

September 25, 2008 Posted by zylvie | Uncategorized | | 12 Comments

Long Lasting Friend

Meet my long lasting friend named Necha.

Kemarin, nggak nyangka banget Necha ternyata beneran datang ke apartment gue setelah beberapa janjian yang pending terus karena gue dan dia sama-sama sibuk dengan dunia kami masing-masing.

Sedikit cerita tentang Necha, Necha ini salah satu Indonesian friend gue waktu gue tinggal setahun di Aussie. Dulu, Necha ini terkenal banget dengan kehidupan hedonisnya. Dimana pun ada party, pasti ada Necha. Bukan cuma party animal, Necha juga seorang sex explorer.

Pengalaman sex Necha sangat panjang sampai-sampai kalau dibikin buku, bisa jadi buku sequel yang lebih panjang daripada buku Harry Potter-nya J.K. Rowling. Mengobrol sama Necha juga terkadang bisa jadi sangat membosankan karena topik obrolannya nggak pernah jauh-jauh dari sekitar selangkangan, mulai dari lidah siapa yang paling bagus me-lick sampai lelaki-lelaki yang one night stand dengannya.

Setelah gue pindah dari Aussie, gue nggak dengar kabar banyak tentangnya. Hubungan gue sama Necha emang nggak terlalu dekat meskipun sebenarnya gue dan dia ada di lingkaran pergaulan yang sama. Kabar terakhir yang gue dengar darinya adalah dia hamil di luar nikah tanpa pernah tahu siapa bapak dari anaknya.

Setelah kabar itu, Necha dikabarkan menghilang tanpa jejak (najis banget bahasa gue yak?!). Asumsi gue siy, dia terpukul banget dengan kehamilannya itu apalagi mengingat orang tuanya tipikal orang tua yang sangat religius.

Nah, beberapa bulan yang lalu, secara nggak sengaja gue ketemu Necha di Pacific Place. Sempat ngobrol-ngobrol lama banget sampai akhirnya waktu memaksa gue dan Necha untuk pisah. Sama kayak reuni dadakan lainnya, kita sempat tuker-tukeran nomor telepon dan nggak lama setelah itu, gue dan Necha lumayan sering telepon-teleponan.

Ada yang bikin gue takjub banget waktu ketemu Necha, Necha berubah drastis dari Necha yang dulu gue kenal. Necha yang sekarang tampak jauh lebih mature, life cycle-nya juga mulai teratur banget, dan yang jelas nggak ada lagi Necha sang sex explorer dan party animal kayak yang gue kenal dulu.

Sekarang anaknya Necha – Kalla namanya, udah berumur 5 tahun (umur Necha sekarang masih 22 tahun yang artinya waktu Necha hamil, umurnya masih 17 tahunan). Necha sekarang kerja di perusahaan kepunyaan bokapnya dan menjadi single parent, berjuang sendirian membiayai anaknya.

Melihat perubahan Necha sekarang bikin gue sangat kagum. Menyadarkan gue bahwa Necha telah belajar sesuatu dari kesalahannya dan Necha benar-benar sudah menjadi orang yang sangat dewasa sekarang.

Dan bertemu dengan Necha menyadarkan gue bahwa waktu berlalu begitu cepat hingga kadang gue nggak menydarinya. Menyadarkan gue bahwa begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia karena gue cuma sibuk dengan dunia gue sendiri.

Dan kalau ditanya apa yang gue rasakan waktu ketemu Necha, maka tanpa ragu lagi gue bakalan jawab kalau gue sangat kagum sama Necha

Dan mengutip apa yang ibu ini selalu bilang sama gue bahwa: “yang terpenting dari kesalahan adalah belajar dari kesalahan itu sendiri”.

September 18, 2008 Posted by zylvie | Uncategorized | | 6 Comments

30 Ribu Ajah

Selama gue sakit yang mengharuskan gue untuk stay di kamar seharian dan cuma tidur-tiduran yang bikin gue merasa menjadi manusia yang sangat tidak produktif, kerjaan gue selain internetan adalah nonton TV. Biasanya, kalau udah mulai perih lihat layar komputer, gue nonton TV tapi… sayangnya TV di apartment gue belum dipasang TV kabel dan akhirnya gue terpaksa nonton station TV Indonesia yang acaranya kebanyakan nggak mutu karena berktutat di seputar sinetron dan reality show boongan.

Nonton berita bikin gue berasa makin sakit, apalagi waktu tahu kejadian pembagian zakat di Pasuruan yang bukannya ngasih berkah tapi malah menghilangkan nyawa 21 orang.

21 ORANG?!

Can’t u imagine that?!

21 ORANG MAMPUS CUMA BUAT DUIT 30REBU!!!

Dari berita itu gue merasa ironis banget. Sementara orang-orang kaya Indonesia pada sibuk belanja, butik gue juga makin hari (Alhamdulillah) makin penuh, orang-orang miskin justru rela mengorbankan nyawanya cuma demi duit 30rebu ajah.

Padahal buat gue, duit 30 rebu kadang gue buang-buang nggak jelas. Untuk makan sehari ajah nggak cukup dengan duit 30rebu. Untuk ongkos bensin aja gue harus ngeluarin berkali-kali lipatnya. Untuk minum aja cuma cukup buat satu cup Starbucks. Untuk beli pulsa aja palingan abis sehari.

Indonesia…Indonesia…

so pathetic!

September 17, 2008 Posted by zylvie | Uncategorized | | 8 Comments

Love Fool

Tadi pagi mama telepon, sempat mikir kalau mama telepon buat nanyain gimana kabar anak pertamanya yang lagi terkapar lemas nggak berdaya karena dilanda flu berat ditambah demam yang akhirnya mengharuskan gue untuk stay di apartment seharian, cuma berbaring dan bangun cuma untuk ke toilet atau makan, dan membiarkan gue dirawat oleh seorang suster yang sama sekali nggak ahli dalam merawat pasien.

Tapi kamu tahu apa yang terjadi?

Mama sama sekali nggak nanya gimana keadaan gue dan gue rasa dia bahkan nggak nyadar sama sekali kalau anak (yang nampaknya anak pungut) perempuan satu-satunya ini sakit berat. Ugh, emang menyebalkan punya mama yang nggak pernah mau tahu soal kesehatan anaknya sampai anaknya masuk rumah sakit.

Jadi apa yang mama pedulikan?

Yups, seperti biasanya… seperti yang sudah ditebak sebelumnya, mama cuma peduli soal kehidupan percintaan gue. Pertanyaan yang sama untuk ke entah berapa kalinya mama bertanya kapan gue married atau at least mengenalkan calon pasangan gue ke mama. Mama lagi terkena syndrom ketakutan anak pungut eh… pertamanya ini dilangkahi oleh adiknya yang bakal segera bertunangan November nanti.

Dan pagi tadi gue terpaksa menghadapi introgasi mama tentang kehidupan percintaan gue. Cuma bisa pasrah dan membiarkan mama dan omongan nggak mutunya berlalu di telinga gue begitu saja.

Morning call yang benar-benar bikin bete. Morning call dari mama yang bikin penyakit ini berasa tambah parah.

Sial!

Umm… it’s just makes me wondering something. Something about why being single in 25 going 26 is such a big deal for my family, a family that suppossed to be open minded about this.

And I just can’t understand why mom think that it’s easy for me to pick a guy-potential guy and then get married cause my biggest problem in life is my love life.

DAMN!

September 16, 2008 Posted by zylvie | Uncategorized | | 6 Comments

Curhat

Kemarin secara nggak sengaja gue nguping obrolan pegawai gue di butik. Mereka ternyata lagi ngomongin gue, mereka beranggapan hidup gue enak banget. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya gue dengar ada orang yang menganggap hidup gue enak.

Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat gue dari CRV atau Mercy yang gue kendarai.

Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat gue dari credit card almost unlimited yang gue punya.

Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat gue dari rumah dan apartment yang gue tinggali di Bandung dan Jakarta.

Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat gue dari paspor gue yang penuh cap luar negerinya.

Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat gue dari koleksi Zara, Marc Jacobs, Seven, Guess, dan sederet fashion bermerk lainnya.

Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat segalanya dari segi materi dan finansial yang gue punya.

Tapi… coba kalian pikir-pikir lagi deh!

Siapa yang enak kalau nggak punya banyak teman dekat karena selalu pindah-pindah tempat, berpindah hidup dari satu negara ke negara lainnya yang akibatnya nggak pernah ada teman yang benar-benar dekat karena nggak pernah ada cukup waktu dan jarak untuk lebih dekat?

Siapa yang enak kalau dari kecil terbiasa untuk nggak gampang percaya sama orang, untuk aware sama setiap orang?

Siapa yang enak kalau orang kebanyakan under estimate gue, beranggapan kalau gue ini cuma anak manja yang bisanya sembunyi di balik ketiak orang tua?

Siapa yang enak kalau dari lahir udah dibebani setumpuk hal, mulai dari manner sampai bisnis keluarga yang harus dijalankan?

Siapa yang enak kalau harus terpisah jauh dari orang tua?

Siapa yang enak kalau berulang kali ditinggalkan oleh lelaki dengan alasan yang sama, alasan karena gue KAYA dan dia nggak SEKAYA gue?

Siapa yang enak hidup kayak gue?

Last…, I don’t mean to complain about my life, I just want you to know me better, just want you to know that it’s not easy to be.

Cause I’m only human, a normal human ;)

And I thank God cause I have her as my besta.

September 15, 2008 Posted by zylvie | Uncategorized | | 8 Comments

Natural Born Bitch

Kemarin pagi mama telepon, cuma mau bilang kalau sebaiknya lebaran tahun iniĀ  gue di Indonesia aja kecuali kalau gue mau stay sama mama sampai awal November nanti. Sempet bingung banget soalnya adik terSIALku kan ulang tahun bulan depan dan itu artinya gue nggak bisa ada di hari ulang tahunnya. Sedih banget, bingung juga mau ngomongnya gimana biar sama-sama enak ke kitanya tapi untungnya Senny ini orang yang sangat bijak dan pengertian jadi dia bisa menerima ketidakbisaan gue berada di hari ulang tahunnya dengan baik meskipun gue tahu banget kalau dia pasti ngerasa sedih (I know you’ll be missing me, hon!)

Ada hal yang nggak banget waktu mama telepon karena adik gue, Zhendy mau tunangan (itu alasan gue kenapa harus stay sama mama sampai NOvember nanti) dan mama lagi-lagi tanya-tanya urusan pernikahan gue, mulai dari kapan gue married sampai menceramahi gue tentang harus segera mengambil keputusan untuk married mengingat umur gue yang katanya udah lebih dari cukup (mom, please deh… I’m still 25 gitu!)

Seudah teleponan sama mama, gue memutuskan untuk jalan, shopping sendirian, menghabiskan uang gue untuk beli kemeja Guess, T-shirt Giordano, plus sepatu baru di VNC – barang-barang yang sebenarnya nggak berguna sama sekali dan cuma berfungsi sebagai pemenuh napsu belanja gue aja ;)

Waktu pulang gue udah liat Senny dalam keadaan nggak banget,pantesan tadi selama di jalan gue ngerasa nggak enak feeling ternyata sesuatu yang buruk telah terjadi pada pasangan kumpul keboku ini. Sempet bingung juga harus ngapain karena kalau Senny lagi bete itu pertanda para manusia sebaiknya bubar jalan saja dan untungnya ada…. BLOG.

Iya, blog! Nggak nyangka banget kalau ternyata BLOG sangat berguna untuk mencari tahu tentang seseorang. Ternyata, internet adalah penemuan paling canggih dan nggak cuma berguna untuk lihat-lihat katalog belanja doang.

Baca-baca blog-nya dan akhirnya gue menemukan apa yang terjadi sama Senny. Dia (lagi-lagi) mengalami pelecehan seksual. Mikir-mikir dulu harus ngomong apa karena Senny adalah orang yang sangat complicated dan sangat bebal sampai akhirnya gue menemukan inspirasi untuk melakukan sesuatu.

So here we are…

Dua wanita stress dan depresi, terdampar dalam sebuah tempat yang buka sampai subuh. Bitching about everything. Menyumpah dengan segala kata makian yang kami punya mulai dari bahasa Sunda, bahasa Indonesia, bahasa iNggris, dan bahasa Prancis untuk gue. Membenci diri sendiri dan orang-orang di sekitar kami. Tertawa-tawa nggak jelas. Berbicara hal yang serius. Sampai akhirnya kita merasa bosan dan memutuskan untuk pulang.

Masalah selesai?

No!

Case not closed yet but at least we feel better, much more better.

And in the end I made my conclusion about my life.

And now I’m ready to face the truth.

They said being mature is all about face your own feeling and take the risk and I guess…, getting 26 next year will makes me being mature. A natural mature born bitch.

September 13, 2008 Posted by zylvie | Uncategorized | | 4 Comments

Multi Tasking

Siapa yang bilang kalo perempuan itu sangat ahli melakukan multi tasking??

Bullshit itu!

Gossip!

Fitnah!

Jangan dipercaya!!!

Karena gue mengalami kesulitan yang teramat sangat setiap kali diharuskan melakukan multi tasking. Gue bukan ibu yang satu ini yang bisa berciuman sambil membaca subtitle pada screen, gue juga nggak bisa mengeringkan rambut gue sambil teleponan. Dan hari ini, gue sukses mempermalukan diri gue sendiri di depan adekku yang sial ini dengan melakukan kebodohan akibat multi tasking.

Dan cerita berawal dari…

Gue lagi menyetir, cari alamat seorang teman ditemani adek terSIALku ini. Waktu lagi menyetir tiba-tiba lagu Close To You, lagu kebangsaan gue dan adekku ini diputar. Hasrat pengen nyanyi sudah tak tertahankan lagi dan akhirnya gue bernyanyi dengan cantiknya (jangan percaya kalo ada yang bilang suara gue kayak burung gagak karena suara gue sangat cantik secantik gue). Segitu konsennya sama nyanyian indah gue sampai akhirnya gue disadarkan oleh…

Senny: “Zhe…. gebleg lo ah! Gue kan udah bilang di depan belok! Gimana seeh lo?!”

Gue (sambil melakukan manuver ekstrim): “Kenapa ga bilang dari tadi?”

Senny (melihat gue dengan tatapan kesal): “Gue udah bilang dari tadi, helloooo!!!!!”

Gue: “Ya maaf, gue kan tadi lagi nyanyi”

Hasilnya otomatis Senny mencela gue habis-habisan, mengatai gue dengan segala perkataan yang sangat tidak layak untuk diucapkan karena akan memberikan efek yang tidak menyenangkan seperti efek merasa bodoh, bego, kecil, atau bahkan idiot.

jadi… kamu masih mau percaya kalau perempuan adalah ahlinya multi tasking?? Please say, NO! Cause I’m a girl, REALLY but multi tasking is such a HUGE problem for me.

September 11, 2008 Posted by zylvie | Uncategorized | | 7 Comments

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

September 11, 2008 Posted by zylvie | Uncategorized | | 1 Comment