Long Lasting Friend
Meet my long lasting friend named Necha.
Kemarin, nggak nyangka banget Necha ternyata beneran datang ke apartment gue setelah beberapa janjian yang pending terus karena gue dan dia sama-sama sibuk dengan dunia kami masing-masing.
Sedikit cerita tentang Necha, Necha ini salah satu Indonesian friend gue waktu gue tinggal setahun di Aussie. Dulu, Necha ini terkenal banget dengan kehidupan hedonisnya. Dimana pun ada party, pasti ada Necha. Bukan cuma party animal, Necha juga seorang sex explorer.
Pengalaman sex Necha sangat panjang sampai-sampai kalau dibikin buku, bisa jadi buku sequel yang lebih panjang daripada buku Harry Potter-nya J.K. Rowling. Mengobrol sama Necha juga terkadang bisa jadi sangat membosankan karena topik obrolannya nggak pernah jauh-jauh dari sekitar selangkangan, mulai dari lidah siapa yang paling bagus me-lick sampai lelaki-lelaki yang one night stand dengannya.
Setelah gue pindah dari Aussie, gue nggak dengar kabar banyak tentangnya. Hubungan gue sama Necha emang nggak terlalu dekat meskipun sebenarnya gue dan dia ada di lingkaran pergaulan yang sama. Kabar terakhir yang gue dengar darinya adalah dia hamil di luar nikah tanpa pernah tahu siapa bapak dari anaknya.
Setelah kabar itu, Necha dikabarkan menghilang tanpa jejak (najis banget bahasa gue yak?!). Asumsi gue siy, dia terpukul banget dengan kehamilannya itu apalagi mengingat orang tuanya tipikal orang tua yang sangat religius.
Nah, beberapa bulan yang lalu, secara nggak sengaja gue ketemu Necha di Pacific Place. Sempat ngobrol-ngobrol lama banget sampai akhirnya waktu memaksa gue dan Necha untuk pisah. Sama kayak reuni dadakan lainnya, kita sempat tuker-tukeran nomor telepon dan nggak lama setelah itu, gue dan Necha lumayan sering telepon-teleponan.
Ada yang bikin gue takjub banget waktu ketemu Necha, Necha berubah drastis dari Necha yang dulu gue kenal. Necha yang sekarang tampak jauh lebih mature, life cycle-nya juga mulai teratur banget, dan yang jelas nggak ada lagi Necha sang sex explorer dan party animal kayak yang gue kenal dulu.
Sekarang anaknya Necha – Kalla namanya, udah berumur 5 tahun (umur Necha sekarang masih 22 tahun yang artinya waktu Necha hamil, umurnya masih 17 tahunan). Necha sekarang kerja di perusahaan kepunyaan bokapnya dan menjadi single parent, berjuang sendirian membiayai anaknya.
Melihat perubahan Necha sekarang bikin gue sangat kagum. Menyadarkan gue bahwa Necha telah belajar sesuatu dari kesalahannya dan Necha benar-benar sudah menjadi orang yang sangat dewasa sekarang.
Dan bertemu dengan Necha menyadarkan gue bahwa waktu berlalu begitu cepat hingga kadang gue nggak menydarinya. Menyadarkan gue bahwa begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia karena gue cuma sibuk dengan dunia gue sendiri.
Dan kalau ditanya apa yang gue rasakan waktu ketemu Necha, maka tanpa ragu lagi gue bakalan jawab kalau gue sangat kagum sama Necha
Dan mengutip apa yang ibu ini selalu bilang sama gue bahwa: “yang terpenting dari kesalahan adalah belajar dari kesalahan itu sendiri”.
-
Archives
- September 2008 (8)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS