Curhat
Kemarin secara nggak sengaja gue nguping obrolan pegawai gue di butik. Mereka ternyata lagi ngomongin gue, mereka beranggapan hidup gue enak banget. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya gue dengar ada orang yang menganggap hidup gue enak.
Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat gue dari CRV atau Mercy yang gue kendarai.
Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat gue dari credit card almost unlimited yang gue punya.
Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat gue dari rumah dan apartment yang gue tinggali di Bandung dan Jakarta.
Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat gue dari paspor gue yang penuh cap luar negerinya.
Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat gue dari koleksi Zara, Marc Jacobs, Seven, Guess, dan sederet fashion bermerk lainnya.
Hidup gue emang enak, kalau kalian cuma melihat segalanya dari segi materi dan finansial yang gue punya.
Tapi… coba kalian pikir-pikir lagi deh!
Siapa yang enak kalau nggak punya banyak teman dekat karena selalu pindah-pindah tempat, berpindah hidup dari satu negara ke negara lainnya yang akibatnya nggak pernah ada teman yang benar-benar dekat karena nggak pernah ada cukup waktu dan jarak untuk lebih dekat?
Siapa yang enak kalau dari kecil terbiasa untuk nggak gampang percaya sama orang, untuk aware sama setiap orang?
Siapa yang enak kalau orang kebanyakan under estimate gue, beranggapan kalau gue ini cuma anak manja yang bisanya sembunyi di balik ketiak orang tua?
Siapa yang enak kalau dari lahir udah dibebani setumpuk hal, mulai dari manner sampai bisnis keluarga yang harus dijalankan?
Siapa yang enak kalau harus terpisah jauh dari orang tua?
Siapa yang enak kalau berulang kali ditinggalkan oleh lelaki dengan alasan yang sama, alasan karena gue KAYA dan dia nggak SEKAYA gue?
Siapa yang enak hidup kayak gue?
Last…, I don’t mean to complain about my life, I just want you to know me better, just want you to know that it’s not easy to be.
Cause I’m only human, a normal human
And I thank God cause I have her as my besta.
8 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- September 2008 (8)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
semua udah ada jalannya
ada senengnya ada ngga nya…
happy a live sist…
Nah… itu kalimat yg paling terakhir banget… kalimat paling bener yang menunjukkan kalo hidup lo tuh enak banget…
hidup lo enak karena kenal gue… huehehe
hidup saya juga enak
dan kalo misalnya ada yg ngomongin spt itu, tinggal jawab aja… memang enak koq, lalu kenapa ?
saya….. idup pindah-pindah juga, dari hutan ke hutan… temen, ya gimana mo punya temen deket, secara pindah2… idup terpisah juga ama orang tua…. tapi saya gak punya duit banyak… masih mendingan kamu kan?
dengan ada di posisi lo, juga mesti aware apakah tmen2 yg ada saat ini bnr2 sayang lo apa adanya atau ada apa2nya..
eh bknnya ngomporin lho ya..tapi kasus ky gtu banyak qo.
untuk smtara siy syukuri aja dulu n jgn lupa untk berbagi sm mereka yg kekurangan yaa..
kalimat terakhir = perih banget bacanya.. sedih
and that is what a blog for
curhat
wah masih lebih mending. bokap gua 98 bankrupt. dan gua saat itu lagi parah – parahnya blanja blanji. Nah sukurin ajah hidup sekarang. Toh gua juga sekarang bersyukur karena dari hari itu hiduo guaberubah lebih baik.
Wajar toh orang lain iri. toh emang udah kodratnya orang yang berlebihan (tah itu ilmu harta bla bla) di iri-in ama orang lain.
-lam kenal-